#digitaleconomyecosystem

Harmonisasi budaya dan teknologi dengan penguatan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan

Tumbuh dan berkembang bersama Lembaga Keuangan Mikro untuk menjaga keberlanjutan melalui transformasi digital dan pengembangan ekosistem berbasis komunitas masyarakat adat.

Tentang kami

USSI Dewata Teknologi telah berkiprah memajukan Lembaga Keuangan Mikro berbasis krama, anggota, dan nasabah di Pulau Dewata sejak tahun 2004.

USSI Dewata Teknologi menghadirkan solusi untuk kebutuhan operasional, layanan, bisnis, dan kepatuhan Lembaga Keuangan Mikro.

Dengan pengalaman selama ini USSI Dewata Teknologi terus bertekad menghadirkan solusi terbaik agar Lembaga Keuangan Mikro tetap relevan di era keuangan digital.

Lembaga yang telah bersama kami:

600+

LPD

100

KOPERASI

43

BPR

Asal-usul dan Perjalanan

Selama lebih dari 20 tahun sejak perjalanan dimulai, banyak pelajaran yang sangat berarti. Lembaga Keuangan Mikro adalah salah satu keunikan dan kekuatan dari ekosistem industri keuangan di Indonesia.

LPD, Institusi Penggerak Ekonomi Krama Bali​

Pada tahun 1984, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menginisiasi pendirian Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali.

Pendirian LPD bertujuan meningkatkan taraf hidup krama, mengurangi peran rentenir, mengatasi kesulitan mengakses kredit perbankan, dan menjaga adat dan budaya Bali yang berlandaskan pada konsep Tri Hita Karana.

LPD menjadi satu Lembaga Keuangan Mikro berbasis adat yang diakui oleh negara.

Komputerisasi dan Sistemisasi

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) adalah kekuatan akar rumput, termasuk LPD adalah salah satu LKM khas di Pulau Dewata.

Tetapi kekuatan itu sering terpinggirkan dan tidak mendapat perhatian. Kesenjangan teknologi dan sumberdaya seolah meinggirkan peran mereka.

Langkah pertama yang dilakukan USSI Dewata Teknologi adalah memperkenalkan teknologi untuk mendukung kinerja dan keberlangsungan lembaga-lembaga tersebut.

Standarisasi Teknologi dan Sistem Pelaporan

Setelah mengenal komputer sebagai perangkat kerja  paling pokok untuk menunjang operasional dan meminimalisir kesalahan, tahap selanjutnya adalah peningkatan standar teknologi untuk peningkatan operasional, layanan, bisnis, dan kepatuhan di Lembaga Keuangan Mikro.

Setiap layanan yang hadir harus memberikan keuntungan langsung pada lembaga dan komunitas masyarakat untuk memperkuat tujuan kehadiran lembaga. Untuk itu faktor pelaporan menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan. 

Laporan yang telah tersistemisasi menjadikan pengawasan lembaga lebih mudah dilakukan oleh para pemangku kepentingan sehingga lemabaga dapat terus berkembang dan lestari untuk memebri manfaat.

Digitalisasi

Proses digitalisasi Lembaga Keuangan Mikro adalah proses literasi digital dan literasi keuangan untuk mendorong lembaga agar mampu menjawab tantangan zaman. 

Teknologi yang terus berkembang mengakibatkan disrupsi hampir seluruh sendi kehidupan. Disinilah tantangan relevansi Lembaga Keuangan Mikro, baik LPD, Koperasi dan Bank Perekonomian Rakyat untuk menyesuaikan diri dengan teknologi.

USSI Dewata Teknologi menghadirkan solusi bagi lembaga untuk melakukan transformasi digital. Berbagai solusi untuk layanan kepada nasabah berorientasi pada penguatan ekosistem ekonomi digital berbasis komunitas.

Integrasi Ekosistem Ekonomi Digital

Ekosistem Ekonomi Digital berbasis komunitas bukan lahir dari ruang hampa. Ekosistem ini adalah buah dari perjalanan selama lebih dari 20 tahun membersamai Lembaga Keuangan Mikro, baik Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Koperasi maupun Bank Perekonomian Rakyat.

Berbasis komunitas adalah pendekatan yang dipilih untuk optimalisasi kedaulatan ekonomi di tingkat akar rumput. Kekuatan ekonomi komunal terbukti lebih liat dalam menghadapi berbagai tantangan.

USSI Dewata Teknologi hadir dengan solusi teknologi untuk menguatkan ekosistem ini guna mempunyai kesinambungan dengan akar dan kekuatan yang telah terbangun di masyarakat selama ini.

Solusi Integrasi Ekosistem Ekonomi Digital

USSI Dewata Teknologi menghadirkan berbagai layanan untuk mewujudkan lembaga keuangan yang siap menghadapi tantangan zaman. Setiap solusi tercipta untuk mendukung terwujudnya Ekosistem Ekonomi Digital yang berkelanjutan.

IBS Core System, IBS Collect, IBS Lite

Penggunaan Teknologi Informasi di Lembaga Keuangan adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan data kegiatan usaha perbankan sehingga dapat memberikan hasil yang akurat, benar, tepat waktu, dan dapat menjamin kerahasiaan informasi.

m-Pise Digital, Virtual Account, QRIS, ATM Tanpa Kartu, Semeton HEBAT!

Aspek layanan keuangan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses bisnis lembaga keuangan adalah salah satu bagian yang harus selalu siap beradaptasi dengan teknologi. Penggunaan teknologi informasi (TI) dalam proses bisnis lembaga keuangan telah meningkatkan penggunaan Layanan Keuangan Digital telah berkembang pesat dan cepat.

m-Pise Digital, ATM Tanpa Kartu, QRIS, Virtual Account

Secara bisnis lembaga keuangan dalam era digital harus mencakup tiga unsur yang biasa kami sebut dengan 3F (Funding, Financing, dan Fee Based). Ketika lembaga keuangan telah mencapai tiga hal tersebut dapat dikatakan telah siap bersaing di era digital sebagai penyedia layanan keuangan digital yang terpercaya.

Report Center, Standard Compliance, Community Oversight

Dasar dari bisnis lembaga keuangan adalah kepercayaan. Kepercayaan ini diperoleh dari faktor layanan, bisnis, hingga kehati-hatian. Berbagai faktor ini dapat diimplementasikan pada lembaga keuangan jika dikelola dengan manajemen yang baik dan sistematis tanpa melanggar regulasi yang ditetapkan.

Mewujudkan Jembatan Ekonomi Digital Masyarakat Adat

m-Pise Digital dirancang untuk meningkatkan kemanan saldo, kemudahan penggunaan, dan kepraktisan bertransaksi. Dengan desain antarmuka mengikuti zaman m-Pise Digital dapat meningkatkan inklusivitas keuangan untuk komunitas masyarakat adat sekaligus meningkatkan kepercayaan lembaga.

Artikel